Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 20 Maret 2013

Jokowi Akan Buat Pasar Bebas Zat Kimia



Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berniat membuat pasar aman yang tidak menjual makanan dan minuman mengandung zat kimia berbahaya. Untuk tahap awal, rencana ini akan diterapkan di lima pasar dengan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Saat mengunjungi Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Jokowi menyampaikan bahwa kelima pasar itu nantinya akan menjadi contoh pasar aman yang tidak menjual produk berbahaya. Pasar pertama yang menjadi contoh adalah Pasar Perumnas Klender.

"Jadi kita ingin beri contoh bahwa pasar itu aman dari bahan kimia berbahaya. Biar masyarakat yang berbelanja merasa aman. Kita bikin di tiap wilayah, nanti ditambah lagi," kata Jokowi, di Klender, Rabu (20/3/2013).

Mengenai kontrolnya, kata Jokowi, nanti BPOM akan menempatkan laboratorium keliling di setiap pasar. Laboratorium disediakan untuk pengecekan secara berkala sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami mulai semuanya, mulai dari makanan, obat, jamu, ikan, daging, tahu, semuanya kami kerjakan bersama BPOM. Nanti yang sudah dicek kami kasih stiker," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala BPOM Luki Oemar menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara rutin dan intensif. Meski sudah mengalami kemajuan yang bagus, menurut dia, sosialisasi kepada masyarakat harus terus digalakkan.

"Supaya tidak membeli produk berbahaya, kami terus sosialisasi dan lakukan pendekatan," ujarnya.

Sumber: kompas.com