Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 07 Desember 2012

Ini Jawaban DPRD Soal Tantangan Basuki Untuk Rapat Terbuka,

Basuki Tantang Rapat Terbuka, Ini Jawaban DPRD
 Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan

Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan menyatakan tak semua rapat anggaran dapat dilaksanakan secara terbuka, terlebih dengan pengawalan awak media. Hal itu dia lontarkan sejalan dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menantang DPRD menggelar rapat pembahasan secara terbuka, tak terkecuali mengundang elemen pers.

"Nanti ada saatnya kita terbuka, setelah semuanya selesai dikaji kita akan terbuka," kata Ferrial di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Meski demikian, Ferrial enggan berjanji kapan agenda rapat membahas anggaran dapat benar-benar terbuka. Pasalnya, dia bersikukuh ada hal-hal yang sifatnya sangat internal dan dinilainya tak layak menjadi konsumsi publik.

"Akan tetapi, kalau setiap rapat ada media kayaknya enggak mungkin karena ada hal internal yang enggak semuanya bisa dipublikasikan," ujarnya.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama menantang DPRD untuk menggelar rapat pembahasan anggaran secara terbuka. Dalam kesempatan itu dia juga meminta para awak media untuk menuntut hal serupa kepada pimpinan dewan. Tantangan Basuki dilandasi oleh molornya waktu pengesahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Agenda pengesahan yang awalnya akan dilakukan hari ini, akhirnya terancam batal karena DPRD masih mempertanyakan kejelasan beberapa program yang diusulkan eksekutif.

"Terserah. Kalau misalnya masih minta dibahas lagi berarti DPRD mau menghambat. Kalau masih belum jelas, bilang saya tantang DPRD bikin pembahasan terbuka disiarin televisi langsung," kata Basuki.

Sumber. kompas.com