Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Jumat, 07 Desember 2012

3 Momen Jokowi siap pasang badan dan berani ambil risiko

3 Momen Jokowi siap pasang badan dan berani ambil risiko

Sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengemban tugas berat. Apalagi, ekspektasi warga Jakarta terhadap Jokowi sangat besar. Dia dituntut mengubah Jakarta dari kota yang semrawut menjadi kota yang lebih manusiawi.

Berbagai kebijakan siap diambil oleh Jokowi. Ada yang pro, ada pula yang kontra. Namun, Jokowi jalan terus. Dia bahkan siap pasang badan dan ambil risiko atas kebijakan yang diambil. Berikut ini tiga momen ketika Jokowi siap pasang badan dan ambil risiko atas kebijakan yang diambil.

1. Pelat ganjil genap

Jokowi sepakat dengan rencana penerapan pelat nomor ganjil genap pada Maret 2013. Menurut dia, harus berani mengambil kebijakan radikal untuk mengatasi kemacetan Jakarta.

"Kalau kita nggak punya sebuah kebijakan yang radikal, berani seperti itu, ya gak akan selesai-selesai. Problemnya itu kan masalah jalan yang harus dilebarin, karena kendaraan tiap hari tuh tambahnya nggak sedikit. Yang motor 1.400, mobilnya 450, kalo didiemin ya nggak ada habisnya, sehingga menurut saya itu kebijakan yang harus diterapkan," kata Jokowi.

Dia menambahkan, siap menghadapi resistensi publik. "Ya setiap kebijakan pasti ada risikonya, tapi kalau nggak berani melakukan ya gak usah jadi pemimpin, masak mau enak-enak aja, yang nyenengin terus," tegasnya.

2. Soal MRT

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan memutuskan  pembangunan megaproyek mass rapid transportation (MRT) dan monorail pada akhir tahun ini. Pria asal Solo itu berjanji dirinya akan memutuskan dengan segala risiko yang terjadi.

"Sebelum akhir tahun akan diputuskan dengan segala risikonya," ujarnya di Istora Senayan, Minggu (2/12).

Meskipun Jokowi sempat mengaku kesulitan, dia tetap akan memutuskan pembangunan megaproyek ini. Sesulit apapun, Jokowi menyatakan tidak akan menyerah. Dirinya siap menerima risiko apapun jika itu benar-benar untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau pemimpin ga mau ambil risiko jangan jadi pemimpin. Tapi kalau untuk kepentingan masyarakat, kenapa harus takut. Kalau dalam keputusan itu saya tidak ambil serupiah pun kenapa takut," jelasnya.

3. Soal upah buruh

Dalam penerapan upah minimum untuk buruh, Jokowi mengaku mengambil keputusan yang tentu tidak bisa memuaskan banyak pihak. Jokowi mengaku berani mengambil risiko itu.

"Kemarin sudah saya undang semuanya kok. Pengusaha Apindo sudah saya undang, serikat buruh juga kita undang, dewan pengupahan juga kita undang. Artinya, hal yang sudah kita putuskan, jangan sampai nanti ada yang ramai lagi. Kan sudah kita putuskan. Kalau masalah puas atau tidak puas ya sulit. Nanti kalau saya putuskan 1,9 juta pasti dari serikat ramai, saya putuskan 2,7 pasti juga pengusahanya ramai. Jadi gak akan memuaskan semua pihak. Tapi yang saya putuskan itu sudah melalui kalkulasi yang adil lah," kata Jokowi.

Sumber : merdeka.com