Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Rabu, 25 September 2013

Jokowi Warnai 60 Persen Percakapan Politik di Media Sosial

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengikuti Meeting of the Governors/Majors of the Capital of ASEAN di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (19/9/2013).

Sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi figur politik yang paling santer diperbincangkan di media sosial oleh pengguna internet di 31 provinsi di Indonesia. Kesimpulan itu merupakan hasil riset yang dilansir Politicawave.

"Segala topik perbincangan di 'sosmed' (media sosial) dari politik, bencana, infrastruktur, hampir selalu didominasi oleh Jokowi," ujar Direktur Politicawave Jose Rizal di Jakarta, Selasa (24/9/2013). Menurut data lembaganya, Jokowi mewarnai 60 persen percakapan dari total 3.994.528 data yang mereka pantau selama Maret sampai Agustus 2013.

Jumlah percakapan itu dilacak Politicawave dari total 80 juta pengguna media sosial di Indonesia. Menurut lembaga tersebut, Jokowi terlacak dalam 2.522.643 percakapan selama rentang waktu itu. Politicawave pun mencatat, di Indonesia, ada 1.156.874 pemilik akun yang aktif membicarakan politik dan nama-nama calon presiden.

Pesaing Jokowi dalam perbincangan politik para pengguna media sosial, menurut Politicawave, adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Namun, mereka hanya menempel rapat di percakapan yang terjadi di Kalimantan Timur dan Maluku.

Lembaga tersebut melakukan pelacakan percakapan di media sosial Twitter, Facebook, blog, dan Youtube. Selain itu, mereka juga memantau komentar atau percakapan menanggapi pemberitaan di media online.

Tokoh nasional maupun politik yang juga ramai dipercakapkan di media sosial berturut-turut menurut Politicawave adalah Dahlan Iskan (7 persen), Megawati Soekarnoputri (5 persen), Hatta Rajasa (5 persen), Gita Wirjawan (4 persen), Mahfud MD (4 persen), Aburizal Bakrie (3 persen), Wiranto (3 persen), Prabowo Subianto (2 persen), Yusril Ihza Mahendra (2 persen), Anies Baswedan (2 persen), Jusuf Kalla (2 persen), dan Pramono Edhie Wibowo (1 persen).

Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia, Ade Armando, mengatakan, popularitas Jokowi juga akan menjadi materi analisis tim sukses tokoh politik lain yang ingin berlomba di Pemilu 2014. Namun, menurut dia, analisis politik akan menjadi sulit ketika Jokowi dan partainya, PDI Perjuangan, masih menutup rapat soal kandidat yang akan maju dalam Pemilu Presiden 2014 dari PDI Perjuangan.

Padahal, Ade berkeyakinan bila Jokowi maju sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan, hampir dapat dipastikan kemenangan bakal diraih partai itu. Sampai dengan rapat kerja nasional terakhir, PDI Perjuangan masih belum mau memutuskan siapa calon presiden yang akan mereka usung, dengan berkilah mencari momentum yang tepat.
Sumber : Antara