Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Senin, 11 Februari 2013

Basuki: Tidak Usah Studi Banding, di Youtube Juga Ada

Basuki: Tidak Usah Studi Banding, di Youtube Juga Ada
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Untuk melaksanakan penerapan sistem Electronic Road Pricing (ERP), Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa tidak perlu melakukan studi banding ke negara-negara yang telah menerapkan sistem tersebut.

"Nggak usah studi banding, di Youtube juga ada," kata Basuki, Senin (11/2/2013) di Balai Kota Jakarta, usai rapat dengan jajaran Ditlantas Polda Metro dan Dishub DKI.

Pria yang akrab dipanggil Ahok itu menjelaskan bahwa penerapan sistem Electronic Road Pricing (ERP) akan memudahkan masyarakat jika terkena tilang dari kepolisian karena proses tilang tidak harus mempertemukan polisi dan orang yang ditilang. Pasalnya, seluruh pembayaran tilang akan dilakukan melalui pemotongan saldo rekening di Bank. "Jadi gak ada lagi oknum yang prit jigo (25 ribu) prit gocap (50 ribu)," ujar Basuki.

Selain itu, Basuki berharap penerapan sistem elektronik akan memudahkan masyarakat yang ingin mengurus surat-surat kendaraan tanpa harus direpotkan dengan mendatangi kantor-kantor Samsat.

"Tiap tahun bayar STNK nggak perlu datang lagi, jadi tinggal potong rekening di Bank. Kita juga akan kaji, misalnya balik nama akan didiskon 50 persen. Tentu orang jadi nyaman semua sistem elektronik," terang mantan Bupati Belitung Timur ini.

Mengenai proses pembangunan sarana dan prasarana terkait penerapan sistem tersebut, Basuki menjelaskan bahwa hal itu akan diserahkan kepada pihak swasta. Namun setelah proses pembangunannya jadi, maka Pemprov DKI akan mengambil alih dan melakukan pembayaran melalui cicilan setiap bulannya kepada perusahaan yang bersangkutan.

"Diadakan tender, perusahaan mana yang mau membangun tapi nanti begitu jadi langsung diserahin ke kita. Jadi kita ambil, kita cicil ke dia tiap bulan. Jadi diadakan Pemprov namun bukan Pemprov yang sediain uang tapi swasta yang membangun dulu," jelas Basuki.

Sumber : kompas.com

Ahok: Sistem Tilang Online Akan Kerja Sama dengan Bank

Ahok: Sistem Tilang Online Akan Kerja Sama dengan Bank
Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama. (Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)

Penerapan sistem tilang elektronik di Jakarta yang diusulkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama tentu saja tidak bisa berjalan sendiri. Terbentuknya sistem tersebut akan berkaitan dengan bidang lain seperti perbankan.

"Itu untuk nyediainnya memang mesti kerja sama sama bank lagi," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (12/2/2013).

Ahok menjelaskan, kerja sama dengan bank itu tentu harus ada hitungannya.

"Kalau bank enggak mau karena terlalu mahal karena bisa puluhan miliar, jadi perusahaan itu tender," ujarnya.

Perusahaan yang mau membangun kerja sama, tambah Ahok, akan langsung melakukan transfer ke Pemprov DKI.

"Jadi BTO bukan BOT, Build Transfer Operate, nanti kita bayar cicil. Lalu kita tentukan, misalnya ERP kita tentukan mau berapa duit. Kepolisian juga diuntungkan karena sistemnya sama-sama praktis," imbuh mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sumber : liputan6.com

Jumat, 08 Februari 2013

Jokowi sering disebut mirip dengan 5 orang ini

Jokowi sering disebut mirip dengan 5 orang ini

Sejak terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, hampir semua orang kenal Joko Widodo alias Jokowi. Baru empat bulan memimpin Ibu Kota, popularitas Jokowi bahkan mulai menyaingi tokoh-tokoh politik nasional.

Bahkan dari survei yang dirilis Pusat Data Bersatu (PDB), elektabilitas Jokowi melonjak naik paling tinggi mengalahkan Megawati dan Prabowo, bahkan jauh di atas Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD.

Sepak terjang Jokowi sudah banyak diulas beberapa media asing yang tertarik dengan gaya kepemimpinannya yang beda dari pemimpin yang ada. Jokowi pun dimiripkan dengan tokoh-tokoh atau bahkan pemain bola. Siapa saja mereka?

1. Jokowi mirip Lionel Messi

Siapa yang tidak kenal pemain bernomor punggung 10 dari klub Barcelona Lionel Messi. Gaya permainan Messi pun diibaratkan dengan gaya blusukan Jokowi.

Jokowi sering disebut mirip dengan 5 orang ini

"Saya melihat gaya blusukan Jokowi itu seperti Messi, turun ke mana-mana," kata pengamat politik Effendy Ghazali saat bedah buku 'Bola Politik, Politik Bola' karya pengamat politik Tjipta Lesmana di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2).

Gaya blusukan yang dipraktikkan Jokowi dan Messi dinilainya terbukti sukses menghasilkan gol atau hasil. Akibat blusukannya, Jokowi mampu mengalahkan elektabilitas pucuk pimpinan PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Cukup dengan blusukan seperti itu. Katanya Jokowi sudah menyalip Mega dan Prabowo. Padahal Jokowi baru nimang-nimang bola ke kiri dan ke kanan, tapi lewat semuanya. Itu menurut salah satu survei," katanya.

2. Jokowi mirip Obama

Salah satu media besar di Inggris, BBC membuat tulisan panjang soal Jokowi. Saat banjir besar melanda Jakarta 17 Januari lalu, BBC menyoroti kebijakan Jokowi menyelesaikan permasalahan itu. 

Jokowi sering disebut mirip dengan 5 orang ini

"Jelang 100 hari kepemimpinannya, Jokowi menghadapi tes pertama. Air berwarna kecoklatan merendam Jakarta tanggal 17 Januari kemarin. Penyebabnya curah hujan tinggi yang menyebabkan tanggul jebol dan sungai meluap," tulis wartawan BBC Karishma Vaswani dalam artikel berjudul 'Flooding tests 'Jakarta's Obama'.

"Mr Widodo adalah politikus yang bersih. Seorang pemimpin yang mendengarkan keluhan masyarakat. Dia kerap disamakan dengan Presiden AS Barack Obama, bukan karena perawakannya yang sama-sama tinggi dan langsing. tetapi karena empatinya pada masyarakat."

3. Jokowi mirip Ali Sadikin

Ali Sadikin atau Bang Ali selalu menjadi perbandingan bagi siapapun yang menjadi gubernur Jakarta setelahnya. Keberhasilan Bang Ali dengan berbagai gebrakannya selama memimpin Jakarta dari 1966-1977.

Jokowi sering disebut mirip dengan 5 orang ini

Pujian gaya kepemimpinan Jokowi mirip Ali Sadikin ini dilontarkan oleh Andi Mapetahang (AM) Fatwa, politikus senior Partai Amanat Nasional yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah asal DKI Jakarta.

"Saya percaya karena dia sudah lakukan di Solo, bukan saat kampanye saja masuk gang, saat menjabat tetap masuk gang, itu juga dilakukan Ali Sadikin," kata AM Fatwa mengomentari gaya blusukan Jokowi.

Menurut Fatwa, memang teori penyelesaian masalah dengan mengedepankan pendekatan masyarakat, memang selalu efektif. Terlebih masalah SARA. Ketika Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo, dia bersama beberapa tim ahli tidak segan berjalan di gang-gang sempit hanya untuk mendengarkan keluhan warganya.

"Nah pendampingnya itu nanti yang nulis, kemudian meneliti, karena mereka yang ahli kan," kata Fatwa.

4. Jokowi mirip Gus Dur

Perbandingan kemiripan Jokowi dengan Gus Dur ini diucapkan oleh Lily Chadijah Wahid yang merupakan adik Gus Dur Sendiri.

Jokowi sering disebut mirip dengan 5 orang ini

Apa yang membuat anggota DPR dari Fraksi PKB itu menyamakan Jokowi dengan Gus Dur? "Keistimewaan Gus Dur itu dia selalu berjalan mendatangi langsung rakyat, dari satu desa ke desa lain. Itu sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Ada kesamaan antara Jokowi dan Gus Dur dalam hal itu, mereka mendengar dan menampung aspirasi, keluh kesah dan harapan rakyat," ujar Lily dalam acara 1.000 Hari Gus Dur dan Hari Perdamaian Sedunia, Jumat (21/9/2012).

"Kesederhanaan yang menjadi ciri khas Gus Dur turut melekat dalam diri Jokowi," imbuh Lily.

5. Jokowi mirip Jusuf Kalla

Pujian soal kemiripan Jokowi dengan Jusuf Kalla atau JK disampaikan oleh Wagub Basuki Tjahaja Purnama. Dalam pandangan Ahok, sedikitnya ada dua kemiripan antara bosnya itu dengan JK.

Jokowi sering disebut mirip dengan 5 orang ini

"Pak Jokowi itu sesuai dengan gaya Pak JK, eksekusi, eksekusi. Apa yang direncanakan langsung dieksekusi," kata Ahok.

Kemiripan yang kedua adalah, gaya pendekatan mereka sebagai pemimpin. "Pak Jokowi seperti Pak JK, selalu turun langsung ke bawah," tukas Ahok.

Sumber: merdeka.com




Benarkah Pembangunan 12 pulau impian Ahok hancurkan masa depan Jakarta ..??

Pembangunan 12 pulau impian Ahok hancurkan masa depan Jakarta
Palm Islands Dubai. stefaniestoelen.blogspot.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bermimpi membangun 12 pulau di Teluk Jakarta. Konsep pulau ini mirip dengan Palm Islands di Dubai, Uni Emirat Arab.

Usulan Ahok ini membuat aktivis lingkungan geram. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Berry Nahdian akan menentang keras rencana ini. Menurut dia, pulau yang terbuat dari hasil kerukan Waduk Pluit itu berpotensi merusak ekosistem dan biota laut yang sudah terbentuk dengan alami.

"Pada prinsipnya, membawa material asing dan menggunakannya di lingkungan lain memiliki potensi untuk mengubah atau bahkan merusak lingkungan itu," kata Berry saat dihubungi, Jakarta, Jumat (7/2).

Berry heran dengan keinginan Ahok yang jelas-jelas merusak lingkungan teluk atau pesisir Jakarta. Sebab, dipastikan akan ada zat beracun yang terkandung dalam lumpur tersebut.

"Dalam lumpur Waduk Pluit, banyak terkandung zat zat kimia yang berbahaya bagi makhluk biologis seperti diterjen, limbah, timbal, dan merkuri. Zat itu, datang dari limbah limbah industri yang banyak terdapat di daerah sekitar Pluit," ungkapnya.

Walhi meminta Ahok mempertimbangkan rencana itu, karena hanya akan memperparah banjir di Jakarta.

"Jangan sampai memaksakan menggunakan lumpur dengan kandungan zat kimia berbahaya yang pada akhirnya memusnahkan ekosistem di sekitar pulau yang dibangun. Sebaiknya dilakukan pengkajian mendalam dulu sebelum rencana ini benar benar direalisasikan," tegas Berry.

Sebelumnya, Ahok menyatakan konsep pembangunan 12 pulau ini tidak salah secara regulasi. Disebut salah kalau misalnya pemerintah memberi izin dan berharap imbalan uang. "Ini kan dikembalikan bentuknya fasilitas. Kalau bisa hemat kita hemat, prinsip mengelola APBD kan sederhana, tambah pemasukan sebesar mungkin tekan pengeluaran semaksimal mungkin. Tanpa menekan orang itu loh," tegas Ahok kemarin.

Dia menambahkan, setiap pulau luasnya 50-60 hektar. Total sebanyak 12 pulau. Dia menjanjikan pengusaha bakal untung dengan proyek ini. "Kamu hitung aja kalau tiap tanah dia untung Rp 10 juta, kalo 6 hektar untung Rp 6 triliun. Wajar dong bagi kita Rp 1 atau 2 Triliun untuk pembangunan," ujarnya.

Nantinya, 12 pulau itu bukan hanya milik PT Pembangunan Jaya Ancol saja, tetapi juga bisa dimiliki perusahaan lain. "Mereka nanti yang bikin jembatan dari daratan," katanya.

Palm Island di Dubai, Uni Emirat Arab merupakan kepulauan buatan. Kepulauan ini merupakan reklamasi tanah terbesar di dunia yang pernah dibangun. Kepulauan yang dibangun oleh Nakheel Properties ini terdiri dari beberapa pulau, seperti Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan Palm Deira.

Kepulauan yang diciptakan oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum ini bertujuan untuk meningkatkan pariwisata di Dubai. Di dalam pulau tersebut terdapat berbagai fasilitas seperti hotel bintang lima, perumahan elite, rumah sakit, dan banyak lagi fasilitas mewah lainnya.

Sumber : merdeka.com