Tidak dapat diragukan lagi bahwa Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan nama julukan JOKOWI merupakan sosok yang saat ini cukup fenomenal di Indonesia. Jokowi adalah mantan Walikota Surakarta ini telah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, semenjak dirinya mempopulerkan mobil SMK beberapa saat yang lalu.

Jokowi yang lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 ini semakin menjadi perbincangan masyarakat ketika secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P) yang berkolaborasi dengan Partai Gerindra.
Dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang juga sering dijuluki sebagai Ahok.



Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebenarnya sudah lebih duluan populer dimata masyarakat Solo. Terbukti selama 2 priode terakhir menjabat sebagai Walikota di Surakarta, Jokowi telah mampu melakukan perubahan yang sangat pesat di kota ini. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo telah menjadi branding dengan slogan Kota, yaitu "Solo: The Spirit of Java".
Baca biografi lengkap beliau DISINI

Baca biografi wakil beliau ( AHOK ) DISINI

Senin, 29 Oktober 2012

Jokowi Bukan Selebritas







Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat mengunjungi Pademangan, Jakarta Utara 

Senin (29/10/2012) ini, dua pekan Joko Widodo memimpin ibu kota negara Jakarta.
Jokowi, panggilan akrab pria yang pernah menjadi Wali Kota Solo itu, tetap menjadi sorotan media elektronik maupun cetak. Jokowi mulai risi dengan itu semua. Beberapa kali dia minta agar media tidak selalu membuntuti gerak-geriknya.
"Saya ingin bekerja. Lebih baik tidak mengikuti saya," tutur Jokowi kepada jurnalis yang mengikutinya pekan lalu.
Hari ini, dia kembali menjadi magnet pemberitaan. Puluhan jurnalis duduk di lantai Balaikota, menunggu Gubernur keluar dari ruangan. Beredar kabar bahwa Jokowi hendak mengunjungi sekolah-sekolah di Jakarta.
"Sejak liputan di Balaikota, baru sekarang saya menunggu seperti ini. Saya menunggu siapa tahu ada yang menarik saat bertemu Gubernur," kata wartawan The Jakarta Post, Andreas Dimas Aditya.
Pengajar Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengingatkan kepada jurnalis bahwa Jokowi bukanlah selebritas yang harus terus diikuti gerak-geriknya.
"Saran saya, sebaiknya media membantu percepatan perbaikan Jakarta dengan menempatkan Jokowi secara wajar dan memberi ruang bagi dia untuk bekerja. Bahkan sebaiknya media membantu Jokowi mengawasi dan mencegah orang yang mengganggu kelancaran kerja Jokowi," tutur Andrinof.
Menurut dia, saat ini mulai tampak pemberitaan tentang Jokowi mulai mengganggu konsentrasi dan waktu Gubernur DKI itu bekerja di lapangan.
Dia mengatakan, sebagian media menempatkan Jokowi sebagai selebritas. Jokowi pun sering terganggu di lapangan karena banyaknya masyarakat yang memaksa minta berfoto khusus.

Sumber : kompas.com


Support by :
Peluang Bisnis Tiket Pesawat
                            

Jokowi-Basuki Ingin Jadikan Jakarta sebagai "Smart City"



Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melihat loket penerima surat untuk gubernur di Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kompleks Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (17/10). Kunjungan mendadak yang dilakukan ke semua lantai di kompleks Balaikota ini untuk menyapa pegawai yang berkantor di gedung tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat serius menjadikan Ibu Kota provinsi sebagai kota pintar (smart city). Keseriusan itu ditunjukkan dengan pematangan konsep bersama beberapa pihak yang dirangkul khusus untuk ikut andil di dalamnya. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan bahwa realisasi program smart city akan dimulai pada tahun depan. Semua diawali dengan dibangunnya fasilitas untuk mengakses internet secara gratis di 10 taman di Jakarta.

"Untuk tahun awal (2013), kita rencanakan gratis internet di 10 taman. Sebagai realisasi program ini dan supaya masyarakat mudah mengakses internet," kata Basuki di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/10/2012).

Ditemui terpisah, Director of Enterprise and Wholesale PT Telkom Muhammad Awaludin menjelaskan, konsep smart city terbagi dalam tiga kategori. Yakni smart city dalam bidang edukasi, transportasi, dan kesehatan. Menurutnya, semua konsep smart city selaras dengan program unggulan yang dimiliki oleh Gubernur DKI saat ini.

"Itu sesuai dengan program Pak Gubernur. Kita awali dengan smart edukasi dan transportasi kita akan support pemanfaatan teknologi informasi untuk publik," ujarnya.

Di luar itu, kata Awal, PT Telkom juga menyanggupi usulan Pemerintah Provinsi DKI tentang pembangunan jaringan internet di seluruh sekolah di Jakarta. Tahun depan, akan dipasang jaringan internet di 7.000 sekolah yang seluruh biayanya ditanggung pihak Telkom.

"Kami pasang semua akses poin. 7.000 sekolah itu bagian dari program kami membangun jaringan internat di 100.000 sekolah di seluruh Indonesia. Kita usulkan DKI tak perlu mangambil risiko dan membebani anggaran untuk berinvestasi di sini," tandasnya.

Minggu, 28 Oktober 2012

Jokowi-Ahok, Inspirasi Teten di Pilgub Jabar

  Pendiri Indonesian Corruption Watch (ICW) Teten Masduki usai menghadiri peringatan Sumpah Pemuda di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Minggu, (28/10/2012).

 Pendiri Indonesian Corruption Watch (ICW) Teten Masduki yang bakal maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 mengaku terinspirasi dengan gaya Gubernur DKI Jakarta terpilih, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Teten menilai Jokowi dan Ahok adalah sosok yang pro terhadap kepentingan rakyat. "Itu model yang akan kita lakukan, saya suka itu," kata Teten kepada wartawan usai menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Minggu (28/10/2012).

Menurutnya, sosok pemimpin seperti Jokowi-Ahok itulah yang akan menjadi idaman rakyat. Tidak hanya di Indonesia saja, kata dia, di benua-benua lain, seperti Afrika, Amerika, memang gaya-gaya seperti Jokowi-Ahok yang disukai rakyatnya.

"Saya terinspirasi dengan sosok Jokowi-Ahok yang terfokus dengan kepentingan rakyat. Itu akan jadi model bagi kita. Kita lahirkan pemimpin yang akan membawa perubahan besar bagi kesejahteraan rakyatnya," tegas Teten.

Sumber : kompas.com

Susahnya Mengejar Jokowi...

Joko Widodo kembali mengunjungi warga rusun Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2012). Kunjungan Jokowi tersebut usai halal bil halal di Balai Kota .


 
Agenda kegiatan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sangat padat setiap harinya. Jokowi selalu sibuk sejak pagi sampai malam di setiap hari, termasuk di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Di mana pun Jokowi berada, wartawan selalu menantinya. Entah itu dalam kegiatan inspeksi mendadak, kunjungan, rapat internal, atau pun rapat bersama DPRD DKI Jakarta.
Hari Minggu (28/10/2012) ini misalnya, wartawan dari beberapa stasiun televisi dan media online menunggu mantan Wali Kota Solo tersebut tepat di depan rumah dinasnya, di dekat Taman Suropati, Jakarta Pusat. Sejak pukul 12.00 Wib para wartawan menunggu Jokowi keluar dari rumah dinasnya. Pasalnya, setelah menghadiri Kirab Budaya Rakyat Jakarta 2012 pagi tadi, wartawan tak memiliki informasi pasti kemana Jokowi akan melanjutkan kegiatannya.

Awalnya beredar informasi Jokowi akan menghadiri sebuah acara kreativitas anak-anak di Kampung Talang, Menteng, Jakarta Pusat. Akan tetapi beberapa saat kemudian informasi lain menyebutkan bahwa pada pukul 15.00 Wib, Jokowi akan menghadiri penutupan festival BKT, di Jakarta Timur.
Namun menimbang waktu pelaksanaan dan jarak tempuh ke lokasi yang memakan waktu, informasi kegiatan itu masih diragukan. Sebelumnya di banyak kesempatan, para wartawan sering kali batal meliput agenda Jokowi karena yang bersangkutan batal berkunjung dengan alasan tertentu.

Pada pukul 13.00 Wib, mobil dua stasiun televisi mengakhiri penantiannya karena tak kunjung memperoleh informasi kegiatan Jokowi. Wartawannya memutuskan untuk tancap gas meliput di tempat lain. Dua jam setelahnya, seorang wartawan surat kabar nasional bersama seorang fotografer juga meninggalkan Taman Suropati karena harus meliput di tempat lain. Keputusan itu mereka ambil setelah menunggu Jokowi lebih dari tiga jam.

Harapan sempat datang ketika sekitar pukul 15.30 Wib mobil Kijang Innova yang biasa digunakan Jokowi keluar dari pintu sisi kiri rumah dinasnya. Tak lama berselang dua petugas dari Dinas Perhubungan yang menunggangi motor besar segera bergegas untuk mengikuti dari belakang rombongan. Seorang wartawan sempat bertanya pada petugas tersebut mengenai tujuan Jokowi sore ini, namun petugas itu mengaku tak mengetahuinya.
 "Aku ora ngerti," jawab petugas tersebut sambil tersenyum.
Tanpa berpikir panjang dan tanpa tahu tujuan, para wartawan segera membuntuti rombongan Jokowi. Dua wartawan media online menggunakan sepeda motor, dan dua rombongan wartawan dari dua stasiun televisi berbeda mengendarai mobil. Dari Taman Suropati, rombongan Jokowi menuju Bundaran Hotel Indonesia, dan berbelok ke arah kiri menuju Jalan Jenderal Sudirman melalui jalur cepat. Sementara dua wartawan media online terpaksa membuntuti dari jalur lambat karena sepeda motor dilarang masuk ke jalur cepat.
Awalnya rombongan Jokowi masih dalam pantauan, akan tetapi situasi berubah drastis karena di sekitar Semanggi rombongan Jokowi mengambil arah menuju Slipi-Grogol. Sedangkan wartawan yang menggunakan sepeda motor terpaksa gigit jari karena melintasi jalur berbeda dan sadar akan kehilangan jejaknya.

Rasa-rasanya ucapan Jokowi beberapa waktu lalu benar-benar terbukti. "Kalau ingin tahu ya ikutin, karena cuma saya dan Tuhan yang tahu kemana tujuan saya," ujarnya kala itu.

Sumber